Sejumlah Modus Merampok Uang Rakyat
Selasa, 31 Desember 2013

Belasan hingga puluhan persen dari nilai anggaran proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagian dirampok untuk kepentingan pejabat kementerian atau lembaga, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, makelar, dan pelaksana proyek. Perbuatan tak terpuji itu direncanakan, antara lain dengan menggelembungkan anggaran.

Hal ini antara lain terlihat dalam proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sekitar 18 persen dari total anggaran jasa konstruksi yang direncanakan mencapai Rp 1,2 triliun selama tiga tahun, 2010-2012, diduga telah direncanakan untuk dirampok.

Teuku Bagus Mohammad Noor, mantan Direktur Operasional I PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek Hambalang, menyanggupi fee 18 persen yang diajukan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, jauh sebelum pemenang tender ditentukan dan kontrak tahun jamak disetujui Kementerian Keuangan.

 

Berita selengkapnya, silahkan Login
Belum memiliki id? Silahkan Signup