Target Jangka Panjang Memperkuat Ekonomi
Jumat, 15 Juli 2016

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo mengatakan, tujuan pengampunan pajak bukan untuk menutup defisit anggaran tahun ini. Dalam jangka panjang, program itu dimaksudkan untuk memperkuat ekonomi melalui basis pajak yang benar hingga penerimaan pajak ke depan lebih besar.

”Tujuan pengampunan pajak bukan untuk menutup defisit, tetapi dalam jangka panjang hasil dari program ini untuk memperkuat ekonomi kita melalui basis pajak sehingga penerimaan pajak akan besar,” kata Presiden dalam pertemuan dengan editor ekonomi sejumlah media, Kamis (14/7), di Istana Negara, Jakarta. Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP hadir dalam pertemuan itu.

Presiden menyebutkan sejumlah manfaat jika program yang dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak itu berjalan. Manfaat itu antara lain nilai tukar rupiah akan menguat, cadangan devisa akan meningkat, likuiditas perbankan meningkat, dan dana penerimaan negara akan meningkat.

 

Berita selengkapnya, silahkan Login
Belum memiliki id? Silahkan Signup