Pengenalan Pancasila Perlu Pendekatan yang Membumi
Sabtu, 2 Juli 2011

Jakarta, Kompas

Mengembalikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari menjadi sulit karena tidak ada faktor keteladanan. Pengenalan Pancasila kepada anak-anak muda sekarang ini seharusnya dilakukan sesuai dengan zamannya sehingga nilai-nilai tersebut mudah dicerna.

Hal itu diungkapkan politikus Partai Amanat Nasional, Bima Arya Sugiarto; anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Hanif Dakiri; serta Direktur Kelembagaan dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Arqom Kuswanjono dalam diskusi ”Revitalisasi Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dalam Perspektif Kaum Muda” di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, Jumat (1/7). Hadir pula sebagai narasumber Direktur Pengembangan Budi Pekerti Bangsa Budipriadi serta akademisi Yana S Hijri dan Sidratahta Muchtar.

Hanif mengatakan, Pancasila diambrukkan ketika reformasi bersama runtuhnya Orde Baru. Selama 32 tahun, Pancasila menjadi alat untuk menstigmatisasi lawan-lawan politik.

Berita selengkapnya, silahkan Login
Belum memiliki id? Silahkan Signup